Oleh:
Isma Adwa Khaira-Mahasiswi dan Praktisi Pendidikan
Pelaku
aksi pelecehan seksual di Bangil, Pasuruan yang terekam kamera CCTV telah
ditangkap pada Rabu, 19 Januari 2022. Berdasarkan laporan korban, saat
pelecehan itu terjadi, korban sedang melewati sebuah gang lalu dia diikuti oleh
seorang laki-laki yang setelahnya melakukan pelecehan dengan memegang dada
wanita tersebut.
Fakta
yang terjadi pada masyarakat hari ini, pelecehan seksual di tempat umum
sebagaimana begal payudara sudah menjadi kasus yang lama. Artinya banyak sekali
kasus yang serupa namun beberapa dapat ditangkap sementara yang lain berhasil
lolos. Disisi lain pelaku pelecehan semakin menjamur.
Mengapa
hal ini terus berulang dan menjadi kebiasaan?
Tidak
dapat dipungkiri bahwa kehidupan masyarakat hari ini penuh dengan kebebasan
dalam segala hal. Termasuk dalam kebebasan berperilaku yang membuat orang bisa
melakukan tindakan dan terus meregenerasi disetiap masa. Apalagi wanita yang
tercover sebagai orang yang lemah.
Dorongan
berbuat mesum ternyata bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa, bahkan telah
merambah pada dunia anak-anak. Banyak kasus anak usia sekolah melakukan
perbuatan mesum. Melakukan zina beramai-ramai. Kasus-kasus diatas harusnya
menjadi sebuah tamparan keras bagi seluruh umat muslim.
Saat
generasi yang menjadi tonggaknya telah rusak, begitupun lingkungan masyarakat
yang selalu tidak baik-baik saja. Lingkungan, tontonan televisi dan hp yang
begitu vulgar penuh konten pengumbar nafsu. Maka sudah dapat dipastikan sketsa
generasi ke depan berbentuk seperti apa bila mereka terus berada dalam sistem
rusak.
Kaum
muslim saat ini telah terkungkung pada 4 kebebasan yang menjadi pilar sistem
sekulerisme. Kebebasan berpendapat, berkepemilikan, beragama serta bertingkah
laku. Tidak lagi menjadikan Islam sebagai pegangan dalam kehidupan. Bahkan
tayangan televisi serta handphone begitu mengerikan saat ini.
Dunia
sekulerisme dipenuhi dengan pandangan jinsiyah atau seksual, bukan pandangan
yang terjaga sebagaimana dengan Islam. Sehingga dipenuhi pandangan kotor. Dan menjadikan
pandangan umum masyarakat menjadi buruk. Pada sistem sekulerisme tidak bisa
membedakan keinginan dan kebutuhan, sehingga keinginan dianggap kebutuhan yang
harus dipenuhi kepuasannya.
Dalam
masyarakat sekulerisme, kebebasan berperilaku makin kebablasan hingga memandang
wanita dengan hawa nafsu itu karya seni tersendiri. Sehingga tidak cukup hanya
memandang namun juga memiliki keinginan lebih untuk menyentuh, memegang bahkan
melecehkan.
Faktor
penyebab pelecehan sosial seperti begal payudara dan kehidupan buruk yang
terjadi saat ini. Karena kehidupan masyarakat kaum muslimin yang tidak diatur
dengan aturan Islam. Para wanita mengabaikan syariat menutup aurat, laki-laki
menundukkan pandangan.
Negara
memberikan fasilitas filter agar tayangan yang dilihat masyarakat tidak ada
yang membangkitkan syahwat. Bukan malah tontonan penuh nafsu dijadikan sebagai
icon dan menjadi bumbu utama pada setiap iklan, film, buku dan semisal dari
itu.
Islam
memberikan proteksi berlapis-lapis pada masyarakat agar mereka terhindar dari
kehidupan yang rusak seperti saat ini.
1.
Mendidik anggota keluarga dengan pendidikan Islam
2.
Islam mewajibkan laki-laki menundukkan pandangan dan perempuan untuk menutup
aurat
3.
Islam memelihara aturan yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat
4.
Islam melarang pembuatan video ataupun karya yang mengundang syahwat.
Maka,
sebagai umat muslim sudah sehararusnya kita meninggalkan sistem sekulerisme
dengan kebebasannya yang kebablasan. Kembali pada sistem kehidupan Islam yang
jelas dari Sang Pencipta. Al-Qur’an
dengan segala aturan yang ada di dalamnya bukanlah diturunkan untuk mempersulit
kehidupan kita, justru sebaliknya, ia memberikan metode dan solusi terbaik
untuk meuwujudkan tatanan kehidupan sosial yang baik.
”Dan kami telah turunkan kepadamu
Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu
kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab
yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan
dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran
yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat di antara kamu, kami berikan
aturan dan jalan yang terang.”
1 Komentar