Dibalik Wacana Pasuruan Sebagai Singapura-nya Jawa Timur

 Dibalik Wacana Pasuruan Sebagai Singapura-nya Jawa Timur



Dibalik Wacana Pasuruan Sebagai Singapura-nya Jawa Timur

 

Khofifah Indar Parawangsa, Gurbernur Jawa Timur menyatakan bahwa Pasuruan memilik potensi besar yang dapat dikembangkan. Sehingga berharap dibawah kepemimpinan baru, Kota Pasuruan bisa menjadi Singapura-nya Jawa Timur. Menggunakan Perpres nomor 80 tahun 2019 yang mengatur percepatan pembangunan ekonomi di sejumlah kawasan di Jatim, kawasan Bromo-Tengger-Semeru (BTS) jadi super prioritas.

 

BTS menjadikan Kota Pasuruan sebagai jalur penghubung yang berada ditengah-tengah perlintasan menuju kawasan wisata. Sementara itu, Gus Ipul menyatakan masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Perlu ada kerja keras untuk mewujudkan Kota Pasuruan sebagai Kota Madinah, Maju Ekonominya, Indah Kotanya dan Harmoni Warganya. Termasuk menjadikan Pasuruan sebagai Singapura-nya Jatim.


Problematika tata kelola serta sarana dan prasarana yang belum memadai. Percepatan pembangunan menjadi tugas utama yang harus diselesaikan oleh pemerintahan daerah. Mengingat infrastruktur bangunan, fasilitas kesehatan dan lainnya masih belum terkembangkan. Banyak PR untuk Kota Pasuruan bisa menjadi tempat transit bagi wisatawan.

 

Pasuruan yang menjadi penghubung Bromo mempunyai keunggulan wisata alamnya juga keunikan kearifan lokal, seperti seni dan budayanya. Bahkan diperkirakan pada 2025, Indonesia bakal mampu menjadi dasar tumpuan wisata dunia karena Indonesia masih mempunyai jati diri, yakni potensi alam dan kearifan lokalnya.

 

Siapa yang tidak mengenal Singapura yang dijuluki sebagai ‘Singa Asia’ ini? Singapura bisa menjadi negara maju karena negara ini mampu mengembangkan kegiatan ekonominya, tanpa harus memiliki sumber daya alam. Artinya Singapura benar-benar mengandalkan sektor industri dan jasa untuk meningkatkan penghasilan negara. Mengutip dari buku Demokrasi di Era Covid-19.


Singapura terletak di persimpangan perdagangan Timur-Barat, menjadikan negara ini mempunyai lokasi strategis di jantung Asia. Menjadi salah satu jalur transportasi perdagangan dunia. Pelabuhan di Singapura menjadi salah satu pelabuhan terpadat dan tersibuk di dunia. Diperkirakan 17 persen penduduk bekerja di sektor industri. Sedangkan 12,4 persen lainnya bekerja di bidang jasa.


Lantas dengan adanya wacana tersebut. Benarkah daerah pasuruan akan menjadi maju? Dan rakyat pribumi akan mendapatkan kesejahteraan?


 lihat sebelumnya : http://muslimahfaith.blogspot.com/2022/01/begal-payudara-marak-bukti-aturan-rusak.html


Jika kita mau untuk menggali secara lebih dalam, kita akan mendapati bahwa perekeonomian di Singapura telah dikuasai para kapitalis. Dimana mereka yang berpemikiran kapitalisme akan berusaha meraih sebanyak-banyak keuntungan. Tanpa memikirkan apakah dari untung tersebut mereka mengambil hak-hak rakyat biasa.


Mayoritas penduduk singapura hidup dirumah susun dengan biaya sewa $200, biaya hidup mahal, dan hampir keseluruhan kehidupan mereka dikenai pajak yang cukup mahal. Meski terkenal dengan kemajuannya. Ternyata singapura menyimpan hitam dibalik kesuksesan negara tersebut. Negara maju tidak menjamin kesejahteraan itu merata karena sistem yang diterapkan adalah kapitalisme.

 

Dibalik wacana Pasuruan sebagai singapuranya jatim tentu akan ada banyak dampak yang dirasakan oleh warga pasuruan itu sendiri. Pertama, bila para kapital masuk dan melakukan penguasaan yang besar-besaran terhadap wilayah pasuruan. Maka wargapun akaan tunduk dibawah asing dengan bantuan tangan-tangan penguasa. Kedua, masuknya pengusaha besar diwilayah ini akan menggeser dan menghentikan pengusaha kecil di daerah tersebut.

 

Ketiga, tata kelola yang dilakukan oleh pengusaha pada tempat wisata akan semakin menambah deretan kemaksiatan yang terjadi. Belum lagi efek yang lainnya. Ini buah sistem sekulerisme karena melanggengkan dan mempermudah asing masuk dan mengambil sebanyak-banyaknya apa yang mereka inginkan.

 

Pasuruan terkenal dengan ikon santri yang melekat padanya. Tentu tidak sinkron bila mengambil rujukan untuk daerah dengan sistem selain dari Islam. Karena sebagai wilayah mayoritas Islam mengambil aturan dari mabda Islam bukan yang lain.Adanya program menjadikan Pasuruan Singapura-nya Jatim tidak lepas dari keinginan pada faktor ekonomi.

 

Islam memiliki aturan yang berkaitan dengan ekonomi sebagai wujud riayatus suunil ummah. Yaitu pengaturan dan pengurusan hidup umat Islam. Dengan menerapkan syariah Islam sebagai landasan dalam membuat aturan. Tidak memperbolehkan asing ikut campur untuk mencegah aktivitas ekonomi zhalim, eksploitatif, tidak transparan dan menyengsarakan umat.

 

Sistem ekonomi dalam Islam memiliki beberapa metode untuk bisa mengentaskan ketidaksejateraan rakyat melalui Khilafah Islamiyah, yaitu : menerapkan mata uang berbasis emas dan perak. Memajukan sector riil yang tidak eksploitatif. Menciptakan mekanisme pasar internasional yang adil. Maka hal itu hanya akan terwujud bila menerapkan syariah Islam dalam naungan Khilafah.

 

Wallahu A'lam


https://muslimahfaith.blogspot.com/2022/01/dibalik-wacana-pasuruan-sebagai.html


Posting Komentar

0 Komentar