Potret Buram Generasi Tanpa Junnah



 Potret Buram Generasi Tanpa Junnah




Oleh: Lismawati S.pd




Pada Februari 2024, Seorang ayah di Kabupaten Merangin, Jambi, membunuh anaknya sendiri yang berusia 12 tahun dengan cara mencekik lehernya dan hendak menguburkan di belakang rumah.  Ada seorang ayah yang juga tega membunuh 4 anaknya karena cemburu terhadap istrinya. Bahkan dibeberapa tempat, terjadi kasus ayah tega memperkosa anaknya berulang kali hingga hamil.


Pada tahun 2023, Jumlah anak yang menjadi korban kekerasan lebih dari 800 tiap bulannya. Bahkan tertinggi  mencapai 1.197 anak dalam satu bulan (Databoks.katadata.co.id). Generasi berada dalam kegelapan dengan berbagai tekanan mental, sosial, psikologi bahkan ekonomi.


Mirisnya, pelaku kekerasan justru dilakukan oleh orang terdekat bahkan keluarganya sendiri. Tidak ada lagi tempat aman untuk mereka.  Pada sisi lain kasus terambilnya hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak karena biaya yang mahal. Sehingga tidak mengenyam pendidikan menjadi pilihan ketika ekonomi keluarga minim. Wajar bila banyak muncul pekerja anak dan anak jalanan.


Ditambah lagi dengan pesatnya teknologi yang kini semakin luas tanpa sensor yang tidak memberi kebaikan. Konten-konten media sosial yang lebih menarik perhatian generasi muda dibandingkan membaca Al Qur'an atau mendengarkan kajian. Berbagai macam keburukan yang terjadi pada generasi muda negeri ini menjadi persoalan gunung es. Ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak. Bahwa generasi kita tidak baik-baik saja.


Penerapan Sistem Sekuler



Penerapan sistem sekuler yang ada di negeri ini menimbulkan nilai-nilai hidup yang salah pada masyarakat. Mayoritas pelaku kekerasan yang merupakan orang terdekat menggambarkan masyarakat yang sakit. Kebebasan berperilaku yang diagungkan menjadi racun akal dan naluri. Yaitu ketika pemahaman agama tidak menjadi standar dan hawa nafsu menjadi penentu.


Lingkungan dan negara juga telah abai terhadap penjagaan pada generasi. Kehidupan masyarakat dipenuhi materialistis dan hedonis sehingga membentuk individu yang hanya mementingkan diri sendiri. Belum lagi ringannya hukuman untuk kejahatan pada anak menjadi validasi bahwa negara lemah dalam menjamin keamanan generasi.


Sistem sekuler membawa masyarakat pada kerusakan dan runtuhnya sendi-sendi kehidupan. Sistem yang hanya mementingkan aspek individualisme. Menjadikan negara abai terhadap tugas dan fungsinya sebagai penjaga dan pelindung bagi rakyatnya. Apalagi generasi yang menjadi tonggak peradaban dimasa mendatang. Maka menjadi keharusan mencampakkan sistem sekuler dan kembali kepada sistem Islam.


Membentuk keluarga yang aman bagi generasi tentu membutuhkan sistem yang mendukung. Seberapa kuat pun perlindungan internal keluarga, bila lingkungan dan sistem disekitar kehidupan tidak menggunakan Islam. Maka akan sulit membangun dan melindungi keluarga serta generasi agar kokoh dan aman. 


Pada sistem Islam sudah menjadi kewajiban untuk melindungi dari serangan musuh sekaligus penjaga masyarakat agar tetap pada ketakwaan serta tatanan kehidupan sesuai dengan aturan Islam. Tentu saja dengan penerapan aturan Islam secara menyeluruh pada setiap aspek kehidupan. Sehingga tercipta masyarakat hang baik, damai, sejahtera dan diridhoi oleh Allah SWT.


Rasulullah Saw bersabda, "Sungguh Imam (Khalifah) itu laksana Perisai." (HR. al-Bukhari, Muslim dan Ahmad).

ومعنى الجنة العصمة والوقاية، وليس لغير الإمام أن يجعل لأمة بأسرها من الكفار أمانًا

“Dan makna ‘al-junnah’ yakni pencegah dan pelindung, dan tidak ada bagi selain sosok al-Imam yang mampu mewujudkan keamanan bagi umatnya dari serangan orang-orang kafir.”


Negara atau Khalifah akan menjadi Junnah (perisai) bagi yang dia pimpin. Yang akan melindungi rakyatnya termasuk generasi. Sehingga mereka dapat tumbuh, berkembang dan menjadi generasi terbaik dengan penjagaan seorang Khalifah.

أَقُول إِنَّمَا جعله بِمَنْزِلَة الْجنَّة لِأَنَّهُ سَبَب اجْتِمَاع كلمة الْمُسلمين والذب عَنْهُم

”Aku katakan sesungguhnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam memosisikannya pada kedudukan sebagai junnah (perisai) karena ia adalah sebab kesatuan kalimat kaum muslimin dan melindungi mereka.”


Nestapa yang merajai generasi hari ini akan terus berlanjut bila sistem kehidupannya masih menggunakan sekuler. Karenanya, sudah saatnya umat Islam kembali pada aturan Allah dalam bingkai khilafah. Wallahu A'lam.

Posting Komentar

0 Komentar