Kamu Muslimah? Kamu Mulia!

 


Kamu Muslimah? Kamu Mulia!

 

Oleh : Diyanatul Izzah (content creator)

 

Sejarah menunjukkan bahwa wanita memiliki kedududkan yang rendah salah satunya dinomor duakan. Bahkan, kelahiran wanita adalah aib besar bagi masyarakat pada masa itu, sebab wanita dalam pandangan sejarah jahiliah hanyalah manusia lemah yang tidak pandai dalam berperang. Wanita hanya dijadikan budak seks untuk memenuhi nafsu para tentara.

 

Dalam buku The History of Decline and Fall of The Roman Empire V.Y.P 13 disebutkan wanita hamil di kalangan orang-orang Romawi ditetapkan bahwa keadaannya layaknya benda yang tak bernyawa. Mereka dianggap tidak layak mendapatkan kehidupan akhirat karena najis, tidak boleh memakan daging, tidak boleh tertawa dan fakta-fakta mengerikan lainnya.

 

Wanita memiliki kedudukan yang rendah akibat sistem kehidupan yang berakar dari pemikiran manusia. Islam datang memperbaiki tatanan kehidupan dengan menjadikan wanita memiliki kedudukan tinggi. Memuliakan wanita dengan aturan yang luarbiasa menjada kehormatan mereka. Menjadikan peradaban yang tinggi dengan Islam dan wanita didalamnya dengan peran yang besar.

 

Nampaknya, sejarah jahiliyah kembali terulang. Sistem jahiliyah kembali digunakan yaitu sistem secular-kapitalis, yaitu pemisahan agama dari kehidupan membuat kebebasan sangat terasa. Standar materi yang diagung-agungkan membuat ummat lupa tujuan sebenarnya mereka di dunia. Banyak wanita yang rela menjual kehormatannya untuk puing-puing duniawi yang tidak seberapa.

 

Wanita mulai kehilangan jati dirinya, kehilangan kemuliaannya. Mereka rela berjoget-joget ria di dunia maya dengan di tonton ribuan pasang mata. Mereka rela dinikmati semua orang, rela menjadi pemuas hati kaum lelaki. Bukan hanya itu, para wanita juga kehilangan posisi sebagai "Pendidik Generasi" diakibatkan turut andilnya mereka dalam dunia kerja yang seharusnya dilakukan oleh lelaki. Wanita bekerja dalam Islam hukumnya mubah (boleh), tetapi bukan berarti bekerja yang menguras waktu hingga mereka lupa ada generasi yang menunggu didikan ibunya.

 

Sebelumnya, dunia Islam telah menyelamatkan kemuliaan wanita. Hanya dalam Islam lah wanita dimuliakan. Tidak ada perbedaan pandangan antara laki-laki dan wanita dalam Islam kecuali ketaqwaannya. Islam memuliakan wanita dengan syariat-Nya, menjaganya dengan batasan yang telah ditentukan oleh hukum-Nya, memberi tugas mulia sebagai pendidik generasi masa depan. Islam datang bak cahaya di tengah kegelapan. Tapi seakan semua itu sirna, akibat runtuhnya Daulah Islam masa Utsmaniyyah.

 

Wanita kembali merasakan masa lalunya. Standar materi yang terus menerus digaungkan, menjadi mau tidak mau harus meninggalkan bahkan tak mempedulikan lagi kemuliaannya. Pandangan yang sudah mulai jauh dari agama membuat mereka buta terhadap jalan kemuliannya. Sibuk memolek diri dan menjajakan dimata public dan lupa bahwa kehormatannya telah tergadaikan oleh dunia.

 

Maka inilah menjadi tantangannya, menjadi pilihan kita sebagai wanita, tetap mempertahankan kemuliannya atau rela menjualnya? Allah sudah turunkan aturan yang sangat mulia. Allah berfirman yang artinya, "Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Al - Ahzab : 59)

 

Allah dan Rasul-Nya telah mengangkat derajat wanita setinggi-tingginya. Allah dan Rasul-Nya telah memuliakan wanita dengan sebaik-baiknya. Maka relakah kita sebagai muslimah dengan mudah menjual kemuliaan kita hanya dengan tawaran materi yang tidak ada apa-apanya? Maka ini adalah pilihan kita!

 

Peran negara juga menjadi suatu hal yang paling utama dalam menjaga wanita! Bisa kita lihat sejarah, dimana ketika Daulah Islam mengirim beribu-ribu pasukan kepada mereka yang melecehkan wanita, Al-Mu’tashim Billah dari Dinasti Abbasiyah dicatat dengan tinta emas sejarah Islam dalam kitab al-Kamil fi al-Tarikh karya Ibn Al-Athir. Dimana ketika ada Muslimah sedang berbelanja, lantas orang Romawi mengaitkan gamis Muslimah itu ke paku. Tersingkaplah gamisnya dan terlihatlah sebagian auratnya. Muslimah itu berteriak meminta tolong Khalifah Al-Mu'tashim Billah. Dan apa yang terjadi? Beribu-ribu pasukan dikirimkan untuk muslimah tersebut sekaligus penaklukan kota Ammuriah.

 

MasyaAllah! Betapa daulah Islam memuliakan wanita. Sebab, Islam adalah agama dari Rabb sang Pencipta, yang mengetahui bagaimana keadaan hamba-Nya. Maka dari itu, menjadi tugas kita pula untuk mengembalikan daulah Islam itu kembali dalam bingkai Khilafah 'Ala Minhaj Nubuwwah. Agar saudari-saudari kita kembali kepada kemuliaannya, kembali kepada fitrahnya.

 

Wallahu ‘alam bisshowab

 

Oleh : Diyanatul Izzah (content creator)

 

Sejarah menunjukkan bahwa wanita memiliki kedududkan yang rendah salah satunya dinomor duakan. Bahkan, kelahiran wanita adalah aib besar bagi masyarakat pada masa itu, sebab wanita dalam pandangan sejarah jahiliah hanyalah manusia lemah yang tidak pandai dalam berperang. Wanita hanya dijadikan budak seks untuk memenuhi nafsu para tentara.

 

Dalam buku The History of Decline and Fall of The Roman Empire V.Y.P 13 disebutkan wanita hamil di kalangan orang-orang Romawi ditetapkan bahwa keadaannya layaknya benda yang tak bernyawa. Mereka dianggap tidak layak mendapatkan kehidupan akhirat karena najis, tidak boleh memakan daging, tidak boleh tertawa dan fakta-fakta mengerikan lainnya.

 

Wanita memiliki kedudukan yang rendah akibat sistem kehidupan yang berakar dari pemikiran manusia. Islam datang memperbaiki tatanan kehidupan dengan menjadikan wanita memiliki kedudukan tinggi. Memuliakan wanita dengan aturan yang luarbiasa menjada kehormatan mereka. Menjadikan peradaban yang tinggi dengan Islam dan wanita didalamnya dengan peran yang besar.

 

Nampaknya, sejarah jahiliyah kembali terulang. Sistem jahiliyah kembali digunakan yaitu sistem secular-kapitalis, yaitu pemisahan agama dari kehidupan membuat kebebasan sangat terasa. Standar materi yang diagung-agungkan membuat ummat lupa tujuan sebenarnya mereka di dunia. Banyak wanita yang rela menjual kehormatannya untuk puing-puing duniawi yang tidak seberapa.

 

Wanita mulai kehilangan jati dirinya, kehilangan kemuliaannya. Mereka rela berjoget-joget ria di dunia maya dengan di tonton ribuan pasang mata. Mereka rela dinikmati semua orang, rela menjadi pemuas hati kaum lelaki. Bukan hanya itu, para wanita juga kehilangan posisi sebagai "Pendidik Generasi" diakibatkan turut andilnya mereka dalam dunia kerja yang seharusnya dilakukan oleh lelaki. Wanita bekerja dalam Islam hukumnya mubah (boleh), tetapi bukan berarti bekerja yang menguras waktu hingga mereka lupa ada generasi yang menunggu didikan ibunya.

 

Sebelumnya, dunia Islam telah menyelamatkan kemuliaan wanita. Hanya dalam Islam lah wanita dimuliakan. Tidak ada perbedaan pandangan antara laki-laki dan wanita dalam Islam kecuali ketaqwaannya. Islam memuliakan wanita dengan syariat-Nya, menjaganya dengan batasan yang telah ditentukan oleh hukum-Nya, memberi tugas mulia sebagai pendidik generasi masa depan. Islam datang bak cahaya di tengah kegelapan. Tapi seakan semua itu sirna, akibat runtuhnya Daulah Islam masa Utsmaniyyah.

 

Wanita kembali merasakan masa lalunya. Standar materi yang terus menerus digaungkan, menjadi mau tidak mau harus meninggalkan bahkan tak mempedulikan lagi kemuliaannya. Pandangan yang sudah mulai jauh dari agama membuat mereka buta terhadap jalan kemuliannya. Sibuk memolek diri dan menjajakan dimata public dan lupa bahwa kehormatannya telah tergadaikan oleh dunia.

 

Maka inilah menjadi tantangannya, menjadi pilihan kita sebagai wanita, tetap mempertahankan kemuliannya atau rela menjualnya? Allah sudah turunkan aturan yang sangat mulia. Allah berfirman yang artinya, "Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Al - Ahzab : 59)

 

Allah dan Rasul-Nya telah mengangkat derajat wanita setinggi-tingginya. Allah dan Rasul-Nya telah memuliakan wanita dengan sebaik-baiknya. Maka relakah kita sebagai muslimah dengan mudah menjual kemuliaan kita hanya dengan tawaran materi yang tidak ada apa-apanya? Maka ini adalah pilihan kita!

 

Peran negara juga menjadi suatu hal yang paling utama dalam menjaga wanita! Bisa kita lihat sejarah, dimana ketika Daulah Islam mengirim beribu-ribu pasukan kepada mereka yang melecehkan wanita, Al-Mu’tashim Billah dari Dinasti Abbasiyah dicatat dengan tinta emas sejarah Islam dalam kitab al-Kamil fi al-Tarikh karya Ibn Al-Athir. Dimana ketika ada Muslimah sedang berbelanja, lantas orang Romawi mengaitkan gamis Muslimah itu ke paku. Tersingkaplah gamisnya dan terlihatlah sebagian auratnya. Muslimah itu berteriak meminta tolong Khalifah Al-Mu'tashim Billah. Dan apa yang terjadi? Beribu-ribu pasukan dikirimkan untuk muslimah tersebut sekaligus penaklukan kota Ammuriah.

 

MasyaAllah! Betapa daulah Islam memuliakan wanita. Sebab, Islam adalah agama dari Rabb sang Pencipta, yang mengetahui bagaimana keadaan hamba-Nya. Maka dari itu, menjadi tugas kita pula untuk mengembalikan daulah Islam itu kembali dalam bingkai Khilafah 'Ala Minhaj Nubuwwah. Agar saudari-saudari kita kembali kepada kemuliaannya, kembali kepada fitrahnya.

 

Wallahu ‘alam bisshowab

Posting Komentar

0 Komentar