SLEEPOVER DATE, Bukti Rusaknya Pemuda Akibat Sekulerisme

 


SLEEPOVER DATE,

Bukti Rusaknya Pemuda Akibat Sekulerisme

  

Oleh: Lismawati

 


Gaya pergaulan bebas pemuda hari ini selalu menjadi sorotan publik. Jika dulu, pemuda terkenal dengan keberaniannya dalam membela kebenaran bahkan memerdekakan Nusantara. Justru sekarang berkebalikannya. Siapa yang tidak mengetahui kondisi hampir kebanyakan pemuda yang berarus pada sekulerisme saat ini.


Banyak istilah asing ataupun gaul ala pemuda yang kini ramai di kalangan public. Salah satunya sleepover date yang artinya kencan menginap. Dimana trend ini berhubungan dengan gaya pacaran pemuda yang dimaksudkan bermalam bersama. Nampaknya, melakukan hubungan suami istri meski belum sah adalah hal yang wajar.

 

Sebelumnya, kita telah mengenal Teman Tapi Mesra, FwB (Friend with Benefit), atau staycation dengan arah yang sama yaitu aktivitas seks bebas. Meski dilabeli dengan istilah yang terdengar bagus, namun tidak akan bisa mengaburkan makna aktifitas vulgar yang pemuda hari ini lakukan. Terutama di era digitalisasi yang pemikiran dapat di share dan diadopsi.

 

Dari segala sisi seks bebas yang dinormalisasi oleh pemuda tidak akan membawa dampak yang baik. Baik sisi kesehatan, lingkungan, lebih-lebih dalam agama yang diharamkan. Psikolog klinis dan founder pusat konsultasi Anastasia and Associate, Anatasia Sari Dewi mengatakan bahwa Kegiatan sleepover date yang ramai diperbincangkan oleh anak muda sebaiknya dihindari dan tidak boleh dinormalisasi. Pasalnya, kegiatan seksual yang dilakukan tanpa tanggung jawab ini dapat meningkatkan risiko HIV dan IMS. (detik.com)

 

Sifilis, gonorea, dan herpes adalah sedikit penyakit yang terjadi bagi para pelaku seks bebas. Lebih dari itu bila hal ini dibiarkan seolah adalah hal yang biasa akan terjadi kerusakan kehidupan yang parah. Tidakkah kita mampu membayangkan apa yang akan terjadi di 10 tahun ke depan bila sleepover date terus dibiarkan.

 

Lebih lagi bagi pemuda muslim yang harus menyadari bahwa perilaku seks bebas memiliki dosa besar. Zina tidak boleh dibiasakan seolah itu hal yang baik. Tidak ada dalil yang membenarkan perilaku zina karena Allah telah mengharamkannya. Dengan alasan dan istilah apaun zina tidak bisa dihalalkan.

 

Aktivitas yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt. Seorang muslim harus menanamkan hal itu didalam hati dan perbuatannya. Islam memilik seperangkat aturan yang mengatur kehidupannya, termasuk hubungan antara laki-laki dan perempuan di dunia nyata begitupun dunia maya. Tidak ada memisahkan agama dari kehidupan seperti ide dasar sekulerisme.

 

Sadar atau tidak pemuda muslim menjadi pangsa pasar ide-ide kebebasan yang digaungkan oleh Sekulerisme. Menjadikan Islam hanya sebagai agama ritual tapi tidak sebagai pengatur kehidupan. Agama dipandang aturan yang bisa dipilih dan dikondisikan sesuai keinginan manusia. Justru pemikiran yang keliru. Manusia harus mengikuti aturan yang ditetapkan pencipta. Suka atau tidak suka. Sesuai dengan mereka atau tidak.

 

٨٥  ثُمَّ أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ تَقْتُلُونَ أَنْفُسَكُمْ وَتُخْرِجُونَ فَرِيقًا مِنْكُمْ مِنْ دِيَارِهِمْ تَظَاهَرُونَ عَلَيْهِمْ بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَإِنْ يَأْتُوكُمْ أُسَارَىٰ تُفَادُوهُمْ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ إِخْرَاجُهُمْ ۚ أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰ أَشَدِّ الْعَذَابِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

 

TQS. Al- Baqarah [85] Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.

 

Islam adalah pedoman hidup yang sempurna dan lengkap. Maka kita harus menerima dan berusaha mengamalkan seluruh ajaran Islam. Tidak boleh kita ambil setengah-setengah. Dalam arti salah satu ajarannya kita amalkan, sementara ajarannya yang lain kita tolak. Tidak boleh beragama secara parsialitas, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

 

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, masuk Islamlah kalian secara kâffah (totalitas), dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kalian”. (QS. Al-Baqarah (2): 208)

Posting Komentar

0 Komentar