Calon Mayyit








Manusia dikatakan hidup bila ia bernafas, tumbuh, dan bergerak. Dikatakan mati apabila tanda-tanda kehidupan telah hilang darinya.


Malam begitu sunyi saat ingatan terlempar pada sang terkasih yang telah hilang tanda kehidupannya. Bersama kenangan yang selamanya ku sesali.


Saat bersama yang telah hilang berganti sendiri. Menggenggam semu yang terasa begitu nyata. Bersama rasa yang tidak mampu terjabarkan dengan kata-kata.


Tangan ini yang dulu di genggam nya dalam erat. Tubuh yang dihangatkan dengan peluk nya. Kini telah dingin dan terbujur kaku didalam perut bumi.


Meninggalkan diriku dengan kenangan yang begitu menyesakkan. Bercucur airmata meneruskan langkah di kehidupan fana. Mengais cinta dan Ridho dari Pemilik setiap nyawa.


Mengharap fatamorgana akan menyatukan dalam keabadian. Bercahaya kebaikan dengan senyum penuh kegembiraan. Bercanda penuh suka dan tawa.


Sesungguhnya setiap manusia hanyalah Calon Mayyit. Sama seperti mu yang kini terbaring dalam liang lahat. Hanya berbeda-beda waktu saat mereka masuk kedalam nya.



Kini, kamu yang lebih dulu dariku. Tapi nanti aku pasti akan menyusulmu. Dimandikan orang lain, di kenakan baju kaftan terakhirku. Diangkat oranglain menuju pembaringan disampingmu.


Ampuni aku ya Rabb.. begitu banyak hal yang harus ku sesali dalam hidup. Ketika waktu berlalu namun aku masih saja berdiri ditempat yang sama. 


Tunggulah aku... Dalam waktu dekat Allah akan mempertemukan kita. Semoga Allah mengampuni dosaku dan dosamu. Hingga ridhoNya dapat teraih.


Wallahu A'lam


Dariku si Calon Mayyit,
IsmaAdwa


Posting Komentar

1 Komentar