Bagi seorang muslim dimasa hari ini yang penuh dengan keburukan tentu menjadi baik adalah sesuatu yang sulit. Why? Karena arus memaksa kita untuk melakukan keburukan. Sementara kita menginginkan kebaikan.
Itu sebabnya mengapa menjadi baik itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Memulai langkah atau niatan dijalan kebenaran menjadi hal sulit yang bisa jadi membuat langkah tertahan di awal.
Strong why bagi mereka yang ingin melakukan kebaikan pun harus dimiliki. Alasan yang kuat sehingga diri akan kokoh menghadapi berbagai goncangan ujian di jalan yang tidak pernah main-main ini.
Istiqamah berada dalam kebaikan menjadi hal kedua setelah niatan kita bangun. Apakah setelah kita menjalani jalan yang berliku da penuh duri ini, kita akan berhenti? Atau justru terus melangkah?
Allah berfirman dalam Qur'an surat Al-Baqarah ayat 214,
"Apakah kamu mengira kamu akan masuk surga? Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa kesulitan dan kesempitan, serta diguncangkan dengan bermacam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang beriman bersamanya: 'Bilakah datangnya pertolongan Allah?' Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat."
Bahwa ketika diri berazzam berjalan di jalan kebaikan. Maka ujian akan senantiasa datang menemani perjalanan hingga akhir. Berbagai kesulitan, kesempitan dan kemiskinan hadir untuk meremukkan keistiqamahan. Ketika saat itu datang, masihkah kita terus istiqamah.
Ingatlah ketika sebuah hadist indah berbicara bahwa Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Ia akan menurunkan ujian kepadanya. Hal itu agar ia memohon kepada Allah agar ujian itu diangkat lewat doa yang ia panjatkan.
Sungguh, jalan yang ditempuh untuk kebenaran dan meraih ridho Allah tidak akan pernah rugi. Bagi mereka yang menerima segala konsekuensi berada di jalan hijrah, teruslah berjuang. Allah akan selalu bersama kalian.
InsyaAllah. Wallahu A'lam
Dariku yang berjalan di jalan hijrah,
IsmaAdwa
Follow me on
Ig : @listyrui
FB : listymamiluvu
Telegram : literasidakwah
Twitter : ismaadwa
0 Komentar