"Kaifa Abtasim, Wal Qudsu asiir"
Bagaimana aku bisa tersenyum, sedangkan Al Quds terjajah. -Shalahuddin Al Ayyubi-
Oleh : Lismawati S.pd
Apa yang tengah terjadi di Al Quds menjadi pengingat bahwa kisah perjuangan diatas tanah Suci terus membara dan belum berakhir. Entah berapa banyak lagi darah syuhada berjatuhan ditengah peperangan di Palestina.
Badai Al-Aqsa sampai pada bulan-bulan yang panjang yang tidak berujung. Kondisi memprihatinkan dimana kebrutalan Zion*s semakin menjadi-jadi. Mereka bukan hanya menyerang pria, wanita bahkan orangtua dan anak-anak. Menyerang para pengungsi bahkan di Rafah yang dikatakan sebagai zona "aman".
Pemantau HAM, Euro-Mediterania, melaporkan bahwa dari hampir 17.000 anak Palestina telah dibunuh oleh Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.100 adalah bayi di bawah usia dua tahun. (Cnbcindonesia.com)
Belum lagi krisis kelaparan yang melanda warga Palestina terus memakan korban. Sementara disisi lain, kaum muslimin dunia bersiap-siap menyambut Hari Raya Idul Adha dengan banyaknya hidangan.
Lebih dari 65.000 anak-anak Palestina sekarang menghadapi kematian karena kelaparan akibat kekurangan gizi karena Zion*s, menjadikan kelaparan sebagai senjata untuk melawan warga sipil. (Tempo.co)
Dunia Membisu.
Palestina terus membara diatas tanah penuh genangan darah serta airmata. Teriakan keras penuh duka terus menggema menembus batas wilayah. Namun dunia pura-pura buta dan tuli. Penjajah semakin membabi buta dan penguasa dunia tetap diam tanpa aksi nyata.
Negeri-negeri Arab bungkam terhadap genosida di Gaza. Bahkan Mesir membangun tembok tinggi di sepanjang Jalur Gaza. Pemimpin negeri muslim sibuk melakukan diplomasi dan kecaman. Namun, faktanya tidak mampu menghentikan kekejian dari Zion*s hingga hari ini.
Mereka boleh jumawa terhadap apa yang dilakukan terhadap rakyat Palestina. Mereka berhasil mengikat leher-leher pemimpin kaum muslimin yang memiliki jumlah rakyat yang sangat banyak namun tidak dapat melakukan apapun. Benarlah perkataan Rasulullah bahwa kaum muslimin akan sangat banyak namun seperti buih dilautan. Mereka (kaum muslimin) tidak lagi ditakuti dan tidak lagi memiliki kekuatan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa dunia saat ini berporos pada ideologi kapitalisme. Peperangan yang terjadi antara Palestina dan Zion*s menunjukkan gambaran pertarungan antara kapitalisme dengan Islam.
Penjajah Zion*s sendiri dilahirkan Inggris melalui Deklarasi Balfour, dan dibidani PBB melalui Resolusi 181 pada tahun 1947 yang membagi wilayah Palestina menjadi 2 bagian. Yakni Negara Palestina dan Yahudi.
Bukan Two State Solution, Tapi Persatuan Umat Muslim.
Apa Yang terjadi di Palestina adalah persoalan semua kaum muslimin dimanapun ia berada. Tanpa sekat wilayah. Sebagaimana digambarkan bahwa kaum muslimin seperti satu tubuh. Bila satu bagian tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan merasakannya. Mereka diikat oleh ikatan akidah Islam.
Menghadapi Zion*s bukan dengan diplomasi ataupun perundingan, sementara jumlah terbunuh tidak berhenti ketika pemimpin negeri duduk manis dalam diskusi. Tapi dengan mengangkat senjata dan pengusiran.
Jangan mengharapkan bertemu musuh, namun bila bertemu maka perangi lah. Apalagi Zion*s yang merampas tanah Gaza, maka usirlah.
"Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum mukmin.” (QS At-Taubah [9]: 14).
Ketahuilah bahwa kedzaliman ini akan berakhir dan terbayarkan dengan berlipat ganda. Persatuan dan kebangkitan umat mulai menggeliat tanpa dapat dibendung. Geliat yang mampu merobohkan peradaban rusak kapitalisme dengan Islam. Terlebih Allah telah menjanjikan datangnya kekuatan politik Islam yang digdaya, yaitu Khilafah Rasyidah
Saat ini, tugas kita sebagai muslim adalah melakukan bagian kita, yakni berusaha memegang teguh tali Allah, memupuk persaudaraan lillah, dan berjuang untuk menegakkan kalimat-Nya. Tentu wajib dengan berusaha sekuat tenaga agar tidak menyelisihi sedikit pun dari jalan yang Rasulullah saw. contohkan. Adapun urusan hasil, biarlah Allah yang menggenapinya.
Dengan semangat iman yang membara. Mari terus memberikan kontribusi waktu, tenaga, harta, jiwa dan raga untuk kemuliaan Islam. Wallahu A'lam.

0 Komentar