Berlalu






Saat hati terasa remuk oleh perkataan manusia,
Biarlah semua berlalu...
Saat kecewa mendominasi perasaan,
Maka biarlah semua berlalu...


Akan ada masa dimana kehidupan menghantarkan kita menemui seseorang. Yang berbeda sifat, kehidupan dan banyak lagi. Menjembatani perbedaan yang begitu jauh diantaranya.


Seringkali pertengkaran, kesalahpahaman, kekecewaan memenuhi hati. Meretakkan jalin kasih yang sedang coba di rajut bersama. Berderai tangis dan luka untuk saling mengerti dan memahami.


Saat ternyata retak itu begitu parah. Mencoba memperbaiki pun begitu sulit. Maka merelakan kepergian untuk berjalan di arah berbeda harus dilalui. Mengubur apa yang digenggam bersama menjadi sebuah kenangan.


Biarlah berlalu... 


Karena kasih tidak selamanya bersatu. Tidak selamanya harus saling menatap. Bila hanya luka yang saling ditorehkan. Lebih baik jarak itu dibentang. Agar kedua hati tidak lagi saling menyakiti.



Biarlah berlalu... 


Bila hubungan hanya menghantarkan pada keburukan. Maka biarlah semua berjalan sesuai ketaatan. Karena diatas hubungan manusia ada syariat yang menjadi landasan. 


Biarlah berlalu.. 


Berharap dimasa depan akan didapati semua menjadi lebih baik. Sehingga akan lebih kuat lagi hubungan yang terjalin atas dasar ketaatan. Tidak perlu mempertahankan bila kesakitan terus dirasakan. Tidak lagi memaksakan ketika ketaatan di nodai.


Semoga hanya Allah yang menjadi sandaran setiap hati untuk menjalin setiap komunikasi. Menjadikan cinta kasih sebagai perisai diri untuk saling menghargai. Semoga Allah menguatkan setiap hati yang diuji. Diatas setiap hubungan yang bertujuan hingga abadi.


Wallahu A'lam bis shawwab

Posting Komentar

0 Komentar